60 Orang Muda Katolik Satroni Warga Kolong Tol Petak Asem Penjaringan
MITRAPOL.com - Dengan nama panggilan Orang Muda Nasrani Jemah Gereja Settela Amaris Pluit berkunjung ke kolong Tol Wiyoto Wiyono Petak Asem RT 01 RW 05 Kelurah Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dalam rangka berguru mengembangkan kepada sesama orang yang membutuhkan uluran tangan dari kita semuanya, merupakan salah satunya orang jompo dan yang tidak mampu, Sabtu (4/8/2018) pukul 20.00 WIB.
Sekitar enam puluh orang kurang lebih anak muda Nasrani mengembangkan jenis masakan kepada orang jompo dengan cara dor to dor dari pintu ke pintu kepada yang berhak layak merimanya yang di kawal oleh Anggota BPPKB Banten Petak Asem.
Menurut keterangan Kris Kusuma Ardi sebagai Pembina Orang muda Katolik, dengan adanya program berdo'a dan mengembangkan ini yaitu untuk pembelajaran kepada anak didik semoga tau wacana golongan bawah yang kehidupanya ibarat ini di lapangan.
“Awalnya mereka kebingungan untuk cara mengembangkan harus mesti bagaimana, dan harus kemana, saat aku tawarin kepada mereka mau gak untuk mengembangkan kepada orang yang harus menerimanya dan aku jelaskan tempatnya niscaya buruk becek dan bau, kemudian mereka sangat antusias menyampaikan mau dan malam inilah bisa dibuktikan pribadi berbagi,” jelasnya.
Menurut keterangan Vincent Kordinator Orang Muda Katolik, bahwa masakan yang dibagikan berupa nasi dan mie ini hasil karya kami yang dijamin halal dan bisa di pertanggungjawabkan.
“Mudah-mudahan kedepanya kami bisa mengembangkan lagi kesini dan bisa bertemu kembali baik bersama anggota BPPKB dan semua Warga Kolong Tol untuk berbagi,” pungkasnya.
Reporter : muklis
![]() |
Sekitar enam puluh orang kurang lebih anak muda Nasrani mengembangkan jenis masakan kepada orang jompo dengan cara dor to dor dari pintu ke pintu kepada yang berhak layak merimanya yang di kawal oleh Anggota BPPKB Banten Petak Asem.
Menurut keterangan Kris Kusuma Ardi sebagai Pembina Orang muda Katolik, dengan adanya program berdo'a dan mengembangkan ini yaitu untuk pembelajaran kepada anak didik semoga tau wacana golongan bawah yang kehidupanya ibarat ini di lapangan.
“Awalnya mereka kebingungan untuk cara mengembangkan harus mesti bagaimana, dan harus kemana, saat aku tawarin kepada mereka mau gak untuk mengembangkan kepada orang yang harus menerimanya dan aku jelaskan tempatnya niscaya buruk becek dan bau, kemudian mereka sangat antusias menyampaikan mau dan malam inilah bisa dibuktikan pribadi berbagi,” jelasnya.
Menurut keterangan Vincent Kordinator Orang Muda Katolik, bahwa masakan yang dibagikan berupa nasi dan mie ini hasil karya kami yang dijamin halal dan bisa di pertanggungjawabkan.
![]() |
“Mudah-mudahan kedepanya kami bisa mengembangkan lagi kesini dan bisa bertemu kembali baik bersama anggota BPPKB dan semua Warga Kolong Tol untuk berbagi,” pungkasnya.
Reporter : muklis


Komentar
Posting Komentar